Postingan

Salam Ramadhan

Salam Ramadhan Bersyukur dan terus bersyukur Pada Allah akan nikmat hidup Kembali bertemu dengan bulan suci Bulan penuh ampunan akan segala dosa Berpuasa berperang melawan hawa nafsu Dan menebar cinta lewat berbagi pada sesama Semoga Ramadhan tidak sekedar menjalankan kewajiban Tapi juga menghargai makna kehidupan Senantiasa bersyukur pada nikmat Tuhan Ramadhan 1439 H

Untuk Surabaya

Setangkai Mawar Untuk Surabaya Tak kuduga teror berdarah terjadi Di saat mereka khusyuk beribadah Pada maha pencipta Mereka meregang nyawa Atas perilaku orang-orang yang memperkosa Agama Sekali Lagi agamu tidak sekolot itu Kami masih diajarkan. Toleransi Kami berduka kami yakin cinta kita Masih cukup kuat Untuk bersama-sama melawan mereka Orang-orang jahat Surabaya dan Indonesia jangan pernah takut Kita kuat karena bersama Al Fatihah,

Mengenal Dunia Jurnalistik

Awal perkenalan saya dengan dunia jurnalistik kira-kira sekitar tahun 2016. Di tahun itu saya baru benar-benar serius menggeluti dunia jurnalistik dengan mengirimkan beberapa tulisan saya ke media cetak. Jauh sebelumnya saya mengenal jurnalistik lewat pelatihan-pelatihan jurnalistik saat sekolah dan kuliah dulu. Mengapa saya suka dengan jurnalistik? Jawabnya sederhana. Bapak saya langganan koran salah satu media cetak terbesar di Indonesia. Setiap pagi rutinitas saya ketika disuapi ibu waktu sarapan pagi adalah membaca koran. Sebuah rutinitas yang ternyata “sengaja” diciptakan oleh bapak. Bapak mendidik agar saya suka membaca,karena menurut beliau membaca adalah kunci meraih pengetahuan. Sebuah aktifitas behaviorisme yang diciptakan bapak soal membaca. Meski yang saya baca soal olahraga terutama sepak bola karena faktor hobi dan foto pemainnya. Lama-lama saya jadi ketagihan membaca. Sejak itu setiap pulang sekolah kalau uang saku cukup saya beli koran atau...

Ruang Yang Hilang

Gambar
Ruang Yang Hilang Kau sendiri membuat ruang Di hati saat kosong Engkau ciptakan sebuah cerita Engkau juga yang membuat lara Ruang sementara itu tinggal semu Dia dicipta dan dia dilupakan Mungkin suatu saat ada romansa masa lalu Diruang yang telah ditinggalkan Kau boleh ciptakan Kau boleh menghancurkan Kau boleh hapus semua ingatan Tapi kau tak boleh kembali ke ruang Yang telah kau tinggalkan Warung Kopi, April 2018

Pesan Untuk Chairil

Pesan Untuk Chairil Aku kagum pada karya sastramu Sajak begitu indah dalam khayalan Imajinasi.. Tapi kadang juga sesuai dengan realita Memang manusia terlalu peka soal cinta Hingga cinta dianggap barang primer Ketimbang sandang, pangan, dan papan Itulah hebatnya karya mu sang idola Alasan saat ini aku tetap menulis puisi Karena dirimu.. Aku begitu kagum padamu Sekali berarti setelah itu mati Aku juga ingin seperti itu Kelak aku tak ingin mereka menangisi jasadku yang diam membisu Tapi aku ingin mereka mengingatku Dengan segala perbuatanku Suatu malam di ruang imajinasi, 2018

Elegi Hujan

Hujan Tak Pernah Cemburu Hujan tak akan pernah cemburu pada matahari Dia akan memilih tetap bersahaja Baginya gelap adalah tangisan kelahiran Hujan tetaplah memeluk teduh Dia tak ingin jadi matahari Dia tak ingin jadi langit Dia tak ingin jadi malam Dia tak butuh dipuja Hujan hanya perlu dinikmati Dengan aroma secangkir kopi Dia lahir dari sebuah elegi 2018

Dilema

Dilema Menjadi seorang pemikir saja Terasa sia-sia tanpa tindakan nyata Menjadi seorang yang bertindak Juga akan sia-sia jika hanya sekedar bertindak tanpa berfikir Rasanya hidup penuh dilema Antara menjadi seorang yang bertindak Atau pemikir Jika kau tanya aku pilih yang mana? Aku jawab "Aku sedang merenung mencari jati diriku sobat" Suatu Sore Di Bulan April, 2018