Postingan

Duh Gusti

Apa sarjana harus seperti ini.kesana kemari membawa setumpuk berkas yang aku sendiri tak tau apa ini berguna. Apa ruang kuliah hanya mengajarkan ku untuk membawa berkas ini kesana. Terukur dengan harta yang sekedar memuaskan gosip para tetangga. Filsafat, teori, dan diskusi justru membuatku masuk ke dalam sangkar dan aku adalah burung yang bisa berkicau tapi tak bisa terbang. Apa aku hanya akan menjadi pajangan dengan gelar di belakang nama yang menjadi obyek omongan mereka. Duh Gusti

Hujan dan Kota

Kota ini hujan terus sedari pagi Udara begitu dingin Jalan kota terlihat basah Lalu lalang orang tak seperti biasanya Banyak yang berteduh di rumah masing-masing Ada yang berteduh di pinggir jalan terjebak hujan Ya demikianlah hujan yang terlihat meneduhkan kadang juga menyebalkan Selalu saja terjebak pada asumsi cerita tentang hujan

Jangan Lupa Pulang

Sejauh mana kau pergi Ada waktu dimana kau harus kembali Kembali menikmati peluk hangat keluarga Dari secangkir teh yang dinikmati bersama Semoga kau tak menjadi pengembara yang tak tau arah Karena tempat terbaik untuk berteduh adalah rumah Nikmatilah waktu mengembara mu dengan cerita-cerita baru Hingga saat dirimu kembali akan banyak cerita yang kau bagi BRS,

Bagus Sutopo, Panggilan Baru?

Gambar
Hari Rabu di akhir Februari 2019, suasana Kota Malang seperti biasanya. mendung, seduh, sedih, sedang dengan suasana tegang. suasana yang tercipta saat akan maju presentasi proposal tesis, ya meski sudah pernah mengalami seminar yang sama waktu kuliah S1 dulu, entah mengapa terbawa suasana tegang. nampaknya potret pendidikan di Indonesia begitu tegang itu benar. sudah, tak perlu membahas itu biarlah itu menjadi kajian di ruang diskusi ilmiah saja. guna melepas tegang pria berzodiak gemini melepas ketegangan dengan bercanda meski terkesan garing. Baru saja teman yang lain presentasi, tiba jua waktu presentasi di kloter terakhir di jadwal presentasi hari itu. menyampaikan judul diawal saja sudah kikuk, sebutan 'Calon" untuk rencana proposal mendapat interupsi dari dosen. "Calon, masih calon kamu kira apa saja kok calon" tak perlu dipertegas, maksud nya adalah mengarah pada pernikahan lebih tepatnya calon istri. efek jomblo mungkin jadi terbawa suasana tapi sebena...

Aku

Gambar
                                                             Ilustrasi/Pexels.Com Langkah tertatih, namun urung jua ia berhenti Masih saja ingin terngiang dan melakat dalam sekat-sekat kepala Makin lama ia makin tercekat, entah mengapa ia begitu kuat Ia begitu kuat ditempa dari cobaan dan cercaan  Sedang hanya hujan yang mampu membuatnya tenang  Bersama sebuah senyuman yang berupa bayang-bayang Itulah aku, yang kau tau

Dalam Sebuah Jarak

Dalam sebuah perjalanan ini. Masihkah kau ingat tentang cerita yang masih kau cari. Tentang jarak hanyalah sebagai hitungan angka, tentang rindu yang berwujud doa-doa. Dalam sebuah perjumpaan, bukan hanya teh yang kita tuang dalam cangkir namun juga cerita-cerita lalu yang membuat kita saling berbagi tawa. Rupanya jarak telah mampu melipat rindu menjadi obrolan pertemuan. Tentu jarak pula yang akan kembali memisahkan kita dalam hitungan angka dan kembali mengukir cerita baru dengan kata-kata.

Waktu

Waktu berjalan semakin maju Tak kuharap ada sesal mengingat yang telah berlalu Biarlah ia menjadi cerita yang dapat ku tulis dalam buku Hingga suatu saat akan ku baca kembali isi cerita di buku itu