Kritik Sosial Ala Silampukau




Dunia musik Indonesia sering kita dengar lagu-lagu musisi Indonesia yang memabukkan kita pada romansa asmara apapun genremusik yang mereka usung. Lagu-lagu asmara yang membius kita sebagai penikmat musik yang terkadang kita terbawa pada alunan lagu-lagu asmara pada perasaan kita. Terbius oleh indah dan perihnya cinta ala kaum muda yang dimabuk asmara atau lagu-lagu klasik tentang cinta yang mengingatkan kita pada romansa cinta di masa lalu menjadi konsumsi kita sehari-hari ketika mendengarkan musk. Lagu-lagu kritik sosial yang dibawakan oleh musisi seperti Iwan Fals atau Gombloh kini mulai urung atau jarang kita dengar.
Silampukau band folk asal kota Surabaya yang digawangi oleh Eki dan Kharis menyajikan kembali musik dengan lagu-lagu bertema  kritik sosial yang mereka angkat dari kehidupan masyarakat Kota Surabaya. Alunan gitar dan lirik lagu sederhana mampu membuat kita terbawa dalam alunan lagu Silampukau yang menceritakan sebuah realitas kehidupan yang terjadi disekitar kita walau itu sebatas pada kehidupan masyarakat Kota Surabaya.
Merasa memiliki tanggungjawab sosial sebagai tempat tumbuh kembang mereka menjadi alasan Eki dan Kharis mengangkat kehidupan Surabaya kedalam lagu-lagu mereka. Doli, Malam Jatuh Di Surabaya, dan Puan Kelana adalah lagu-lagu Silampukau yang terkumpul dalam satu album yang berjudul Dosa, Kota, dan Kenangan. Lagu-lagu yang mengangkat frame kehidupan Kota Surabaya mulai dari penjual miras, anak-anak yang kehilangan tempat bermain bola, para perantau di kota besar, Taman Hiburan Remaja (THR) Surabaya, dan eks lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yaitu Doli adalah tema-tema lagu yang dibawakan oleh Silampukau.

Lagu kritik sosial ditengah-tengah menjamurnya lagu-lagu tentang cinta menjadi alternatif  dalam menikmati musik lokal yang dihasilkan oleh musisi lokal tidak kalah bagus dibanding musisi luar negeri. Band seperti Silampukau menjadi “oase” pada kerinduan kita akan lagu-lagu kritik sosial yang dapat menyadarkan kita pada realita sosial. Silampukau dengan karya-karnya semoga terus dapat berkarya dan dinikmati karyanya dan dapat menginspirasi musisi lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Pulang

Ada Apa Dengan Mural (?)

Manajemen Pendidikan