Suara Yang Tak Juga Padam

Aku tak pernah bertemu langsung denganmu
Aku hanya tau, kau bersuara untuk membela
Membela rakyat yang lemah dan terbelenggu derita (mungkin)

Namun suara mu tak enak untuk didengar di telinga penguasa waktu itu
Engkau akhirnya pergi juga, menghadap yang kuasa
Meninggalkan raga tersisa suara
Suara yang tak jua padam

Sekarang engkau beristirahat dengan tenang disana
Sambil menunggu keadilan, sambil terus bersuara disana

Munir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Pulang

Ada Apa Dengan Mural (?)

Manajemen Pendidikan